Banjir Emas, Warga Tepian Sungai Buru Harta Karun Kerajaan Sriwijaya...


Hanya bermodalkan alat seadanya, yakni pengayak pasir, masyarakat di tepian Sungai Musi nekad berburu harta karun.

Mereka yakin bahwa manik-manik kuno itu merupakan bekas kerajaan Sriwijaya, dan memiliki nilai jual tinggi.

Perburuan harta karun kerajaan Sriwijaya yang telah berumur ratusan tahun itu, kini mejadi mata pencaharian tambahan.

Bahkan dalam setiap hari, mereka dapat meraup uang hingga jutaan rupiah.

Pencarian harta karun ini sudah terjadi sejak beberapa bulan lalu. Berbagai benda mulai dari mahkota, kendi, emas, hingga uang Belanda,  turut ditemukan pada sungai Sekanak yang merupakan anak sungai Musi ini.

Salah seorang warga setempat, Luci (30) mengaku, masyarakat mulai berburu harta karun di sungai Sekanak yang telah direvitalisasi, sejak  bulan Juli lalu. Awalnya warga hanya iseng-iseng, dan mendapat emas hingga cicin permata.

"Awalnya hanya iseng saja main di sini, tiba-tiba dapat emas dari tanah kerukan alat berat. Maka esoknya ramai yang berburu dan dapatnya juga banyak, seperti kendi, keris, emas dan uang tahun 1846-1982," kata Luci saat berbincang di tepi sungai Sekanak, Rabu (12/9).

Tidak hanya itu, Luci juga menyebutkan ada pemburu harta karun, yang menemukan koin berlogo mahkota di masa Kerajaan Sriwijaya. Koin itu dihargai mahal oleh para kolektor barang antik.

"Lumayan mahal juga, sampai jutaan kalau untuk yang koin Sriwijaya. Namun banyak juga dapat emas dan bisa beli motor dua," imbuh Luci sembari menunjukkan emas lebur 0,5 gram yang dia temukannya.

"Untuk emas biasanya hanya untung-untungan. Kadang dapat, kadang enggak. Tapi pasti dapat benda-benda antik, dan punya nilai jual tinggi. Setidaknya ya dapat rongsokkan yang bisa di jual," kata Luci. Akril- sumber KRSUMSEL COM

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Banjir Emas, Warga Tepian Sungai Buru Harta Karun Kerajaan Sriwijaya..."

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel