Bongkar Brambang Dimintai Rp.20 ribu. Klarifikasi Kasus Pemukulan Satpam Pasar Purwodadi


Grobogan, Terkait berita pengeroyokan Satpam Pasar Purwodadi beberapa hari yang lalu, akhirnya mengundang berbagai tanggapan.

Kali ini tanggapan justru datang dari pihak pelaku pemukulan. Yakni Ana Rohman yang sengaja memberikan keterangan untuk menyampaikan duduk persoalannya terkait kasus tersebut, Rabu siang (24/10) di Pressroom kabupaten Grobogan.

Kepada wartawan dia mengungkapkan bahwa awalnya malam itu dirinya hendak bongkar muatan

" Namun saat  itu Satpam  minta ongkos keamanan Rp.20 ribu,  karena kondisi saat itu saya baru sepi, kemudian saya kasih Rp.10 ribu."

"Tetapi Satpamnya marah, dan uangnya dibuang sambil ngomel ngomel." tambah Rohman

Lebih lanjut Rohman mengungkapkan bahwa dirinya pulang. "Namun kemudian Satpam nelpon saya, minta tambah uang dan bawang merah. Kalau tidak dikasih akan diributi, informasi saya ditunggu satpam dengan 2 orang temannya."

"Untuk mengantisipasi, kemudian saya mengajak 3 oramg temen. Akhirnya ketemu dan terjadi cekcok. Maka kemudian terjadilah perkelahian 3 orang lawan 4 orang, dan Satpam itu kalah."

 "Jadi bukan penganiayaan, tapi perkelahian 3 orang dengan 4 orang. Ini bisa dikatakan praktek pungli." jelasnya Rohman. Wn-Gus

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Bongkar Brambang Dimintai Rp.20 ribu. Klarifikasi Kasus Pemukulan Satpam Pasar Purwodadi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel