OTT Kasus Pungli Sertifikat Prona, Seorang Kades Ditangkap Polisi


Boyolali,  Gara-gara menarik beaya pembuatan sertifikat massal Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL), seorang Kades bersama seorang panitia PTSL diamankan petugas.

Dalam releasnya Polres Boyolali menyebutkan bahwa pihaknya telah melakukan operasi tangkap tangan (OTT) kasus pungutan liar dalam program Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) tahun 2018.


OTT tersebut dilakukan oleh Sat Reskrim Polres Boyolali di Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo. Uang tunai sebesar Rp 44,4 juta dan bukti administrasi lainnya diamankan oleh petugas.

"Sore ini kami akan menyampaikan rilis,  bahwasannya terkait dengan peristiwa tindakan kepolisian melaksanakan operasi tangkap tangan. Terkait dengan adanya penyalahgunaan wewenang yang dilakukan oleh perangkat desa dalam program kegiatan Prona," ujar Kapolres Boyolali, AKBP Aries Andhi dalam siaran pers di kantornya, Jumat (23/11).

Dua orang yang diamankan petugas yakni Kepala Desa Mliwis, Siti Khomsatun dan Ketua Panitia pelaksanaan Prona atau PTSL Desa Mliwis, Kusmanto. Operasi tangkap tangan ini dilakukan petugas Reskrim Polres Boyolali pada Rabu (21/11) sekitar pukul 12.20 WIB di kantor Balai Desa Mliwis.

Dijelaskan Kapolres, OTT tersebut dilakukan petugas setelah sebelumnya menerima informasi dari masyarakat, bahwa di Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo dalam kegiatan Prona, masyarakat pemohon dipungut biaya Rp 1 juta per sertifikat. Padahal program Prona atau PTSL tidak dipungut beaya.

"Kami beberapa hari yang lalu, menerima informasi dari masyarakat bahwa di Desa Mliwis, Kecamatan Cepogo ini ada kegiatan Prona yang dilakukan atau PTSL. Namun pada saat masyarakat akan mengambil bukti sertifikat yang sudah dikeluarkan oleh BPN ini oleh perangkat desa bersama panitia dilakukan permintaan dana untuk menembus sertifikat," katanya.

Pada saat dilakukan OTT, petugas menemukan barang bukti uang yang disetorkan oleh masyarakat pemohon kepada panitia. Hal itu juga sepengetahuan kepala desa setempat.

Petugas menyita barang bukti uang sebanyak Rp 44,4 juta yang diduga setoran dari pemohon sertifikat. Uang itu disita dari Ketua Panitia dan bendahara. Juga di situ beberapa dokumen administrasi, antara lain kwitansi bukti setoran dari pemohon kepada panitia sebesar Rp 1 juta per sertifikat, buku catatan penerimaan dan pengeluran serta absensi kehadiran pemohon yang mengambil sertifikat.

Dalam program prona tahun 2018 di Desa Mliwis ini ada 80 pemohon. Dari jumlah tersebut, sebanyak 61 sertifikat yang sudah diambil pemohon dan 19 sertifikat yang belum diambil.

Kasat Reskrim Polres Boyolali AKP Willy Budiyanto menambahkan, pungutan Rp 1 juta per sertifikat tersebut yang menentukan Kades Mliwis dan Ketua Panitia. Uang dari pungutan tersebut, juga sudah ada yang dibelikan sapi dan kambing oleh ketua panitia, Kusmanto.

"Sebagian uang ada yang sudah dibelikan sapi satu ekor seharga Rp juta dan dua ekor kambing senilai Rp 3 juta. Digunakan pribadi Kusmanto," jelas Willy.

Aries mengatakan bahwa Kepala Desa dan ketua panitia ditetapkan sebagai tersangka.

"Saat ini kita menaikan dari proses penyelidikan, kita naikan menjadi penyidikan dengan tersangka dua orang, yaitu ibu Siti Khomsatun dan Kusmanto," kata Aries.

Dalam kasus ini juga tidak menutup kemungkinan adanya tersangka lain selain Kades dan Ketua Panitia.

"Untuk tersangka lainnya, nanti tentunya setelah ada hasil pemeriksaan, mungkin terkait penggunaan anggaran ini, barang siapa yang menerima, menggunakan, merasakan menikmati tentunya akan kita kembangkan terhadap para pelaku-pelaku lain," tandasnya.

Meski sudah ditetapkan sebagai tersangka, namun Polres Boyolali belum melakukan penahanan terhadap keduanya. Kedua tersangka disangkakan Pasal 12 huruf e UU No. 20 tahun 2001 tentang tindak pidana korupsi dan juncto Pasal 55 KUHP. Wn-sumberPolresBoyolali

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "OTT Kasus Pungli Sertifikat Prona, Seorang Kades Ditangkap Polisi"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel