Gara Gara Penyakit Tedun Tak Kunjung Sembuh, Warga Penawangan Tewas Nggantung Di Blandar Rumah


Grobogan, Diawal tahun 2019 warga Penawangan dikagetkan dengan tewasnya Supardi (60) warga Desa Tunggu Kecamatan Penawangan, dengan nggantung  di dalam rumah ibunya warga Dusun Mijen Desa Sedadi Kecamatan Penawangan tadi siang,  Selasa (1/1).

Mulanya pada Sabtu (29/12) Supardi datang ke rumah ibunya Sumirah (75), kemudian mengeluhkan rasa sakit stroma dan tedun yang tidak kunjung sembuh. Namun pada hari Selasa pagi (1/1) saat Sumirah kerja membersihkan sampah dibelakang rumah, selang satu jam Sumirah masuk rumah, dia melihat anaknya sudah dalam keadaan nggantung tidak bergerak.

Melihat hal ersebut Sumirah kaget dan spontan menjerit minta tolong. Mendengar teriakan tersebut kemudian Harsono (51) seorang  tetangganya langsung datang. Kemudian Harsono bersama Jasmin ketua RT setempat melaporkan kejadian ini ke ketua Polsek penawangan.

Beberapa waktu kemudian anggota Polsek Penawangan bersama Tim Medis Puskesmas Penawangan 2 dan Tim Inafis Polres Grobogan tiba di lokasi kejadian untuk melakukan pemeriksaan, dalam tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan.

Alat yang digunakan untuk bunuh diri adalah tali tambang senar warna biru panjang 2 M, jarak antara blandar dengan leher 50 cm, jarak kaki dengan tanah 30 cm.

Setelah pihak keluarga menyepakati pernyataan untuk tidak dilakukan outopsi, kemudian jenazah korban diserahkan kepada ahli waris untuk  dimakamkan. Wn-Novaldo-Gus

Berlangganan update artikel terbaru via email:

0 Response to "Gara Gara Penyakit Tedun Tak Kunjung Sembuh, Warga Penawangan Tewas Nggantung Di Blandar Rumah"

Posting Komentar

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel